SLV
Pneumatic Flanged 3-Way Ball Valve
SLV Pneumatic Flanged 3-Way Ball Valve memadukan bodi katup tiga-arah berflensa dengan aktuator pneumatik rack-and-pinion standar. Udara pabrik memutar bola berlubang L atau T untuk membagi atau mencampur aliran secara otomatis, tanpa operator di sisi katup.
Keunggulan Produk
- Pergantian jalur otomatis: Katup ini mengambil alih tugas yang biasa ditangani katup tiga-arah manual, tetapi lebih cepat, konsisten, dan dikendalikan dari sistem kontrol.
- Tahan siklus sering: Aktuasi pneumatik bergerak gesit dan tahan siklus sering, cocok untuk sekuens batch yang berganti tujuan berkali-kali per shift.
- Konfigurasi fail-safe: Tersedia aktuator double-acting maupun spring-return, sehingga katup dapat dikonfigurasi menuju jalur aman tertentu bila pasokan udara hilang.
- Aksesori standar: Sambungan udara standar NAMUR dan dimensi pemasangan internasional membuat solenoid dan switch box umum terpasang langsung.
Di Mana Digunakan
- Pergantian tangki otomatis: Tugas umumnya meliputi pergantian tangki dan mengarahkan produk antar train proses.
- Pencampuran tersekuens: Katup ini juga mencampur dua aliran di bawah kendali sekuens.
- Pembersihan dan perawatan: Aliran dapat dialihkan melewati peralatan selama siklus pembersihan atau perawatan.
- Cairan industri umum: Melayani cairan yang kompatibel dengan trim baja tahan karat atau baja karbonnya.
- Varian empat arah: Varian 4-arah dari seri ini tersedia untuk skema pengaturan jalur yang membutuhkan sambungan keempat.
Perlu Diketahui
- Mantapkan logika jalur: Seperti versi manualnya, keputusan port L atau port T menentukan jalur aliran yang mungkin, jadi tetapkan sebelum memesan.
- Perjalanan multi-posisi: Opsi perjalanan multi-posisi tersedia untuk pengaturan pensakelaran yang membutuhkan lebih dari sekadar putaran seperempat.
- Standar desain Eropa: Bodinya mengikuti standar desain katup Eropa dengan flensa pola DIN/EN.
- Material dudukan: Dudukannya tersedia dalam beberapa material keluarga PTFE sesuai layanan.
- Tentukan posisi gagal: Tentukan posisi gagal yang diinginkan sejak awal, karena inilah yang menentukan apakah aktuator double-acting atau spring-return yang dipasang.






